Perbaiki atau Pinang yang Lain?
Sangat menjadi beban pikiran, ketika hal yang sudah lama kita miliki mengalami perubahan yang kita sama sekali tidak menyukainya. Ingin diperbaiki supaya kembali seperti semula atau mending cari yang lain.
Jatuhnya tidak dari tempat yang tinggi sih, tapi sialnya screen guard yang harusnya melindungi lcd malah menjadi biang kerok rusaknya lcd haha.
Jadi screen guard ini lebih menonjol dibanding soft case. Ketika jatuh telungkup, otomatis screen guard kena benda keras pertama kali. Sisi positifnya screen guard ini bener bener ampuh, tidak ada keretakan sama sekali.
Sungguh tidak mujur ketika kuambil, black screen hampir menutup semua layar :|
Beda dengan punya pasangan yang secara kebetulan juga punya hp tipe sama. Dia tidak memasang screen guard. Beberapa kali jatuh dan alhamdulillah masih rejeki aman aman saja.
Karena pasanganku sudah pernah ganti lcd, dan tau harga service yang super lumayan menguras jatah bulanan, jadi pertimbangan mau dijual dengan keadaan seadanya, dijual dengan pasca service dari konter ala-ala, atau dijual dengan keadaan pasca service dari konter resmi.
Kenapa semua yang mahal-mahal justru biaya perawatan semakin mahal. Secara nalar dua hal ini sangat bertolak belakang. Nalarnya, kalau harga di awal sudah mahal, berarti tidak perlu lagi biaya perawatan.
Setelah cek marketplace facebook dan melihat harga jual yang lain, sebenarnya dijual dengan keadaan seadanya masih mending sih, akan tetapi untuk menemukan dan menggunakan yang baru memang pusing, kebetulan aku memang jarang sih ganti ganti gawai.
Memang karena tidak mau ribet pindah data, terutama karena chat WA yang di memori sudah layaknya menjadi arsip pribadi. Belum lagi untuk instal ulang semua aplikasi penting. Lain halnya dengan data yang di memori eksternal, tinggal pindah kartu SD saja sudah bisa.
Alasan lain adalah mencari gawai dari pabrik yang sama dengan spesifikasi mumpuni dan harga miring, kesulitannya bagai mencari kamu dalam 6 milyar manusia bumi. Kalau bukan karena takdir tidak bisa.
Dengan pertimbangan yang memberatkan, akhirnya ke konter resmi saja walau terpaksa ambil tabungan dan puasa 40 hari. Toh dulu pernah ke konterpake lcd kawe yang akhirnya malah cepat rusak, ghosting alias mencet mencet sendiri padahal lcd baru.
Kalian pernah mengalami juga?
Komentar
Posting Komentar