Obat penambah gemuk?

Jiwa yang terjebak dalam tubuh kurus ini meronta ingin agar tubuh kurus ini jadi ideal. Bayangin, tinggiku 165 cm bbku 44 kg. Wek kurune. Kalau dihitung BMI, aku sebenarnya nggak kurus, hanya underweight saja haha.

So what I have to do to normalize my underweight becomes normal weight. Lagipula, aku jarang makan. Nambah jadi 4 kali makan perhari, langsung cairrrr eek aing.

Tapi pernah suatu saat beratku jadi 51 kg, pas KKN kerjaannya makan terus dan herannya, saat itu nggak cairrrr eek aing hmm. Teruskan yaaa, mau ngemil? Kere boooss, pengangguran iki (padahal ideal ki modal oleh kerjaan). Akhirnya aku brosing brosing "obat penumbuh **mbuuutt" eh "obat penambah gemuk" maksud ane.

Sebagai pembeli, apa yang cowok lihat pertama kali terhadap sebuah barang dagangan? Spesifikasi? Kegaharan? Model? Atau keunyuan? Salaaah, jawabannya adalah harga wkwk. Ternyataa, ehm obat penumbuh **mbuuutt tidak dijual atau memang karena aku nggak tau. Tapi kalau obat penambah gemuk, harganya ratusan ribu, alias sepersekian juta. Vacking beach.


Yaa gimana ya kalau dipikir, mending gua makan enak pake duit segitu dibanding minum obat, yang efek sampingnya biasanya bikin lemes terus tertidur dan bikin lapar terus menerus (pernah saat ujian nasional minum obat kek gituan biar keterima di Akmil hehe).


Terus maksutmu apa ngejual obat tapi harganya sama dengan makanan berporsi porsi, mending duit itu buat makan aja kan daripada buat beli obat? Haha omongan orang kere jangan didengar ya Mas, Mbak. Pisss

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anak durhaka? Salah siapa?

Jangan lakukan ini ketika kamu puasa (guys only)

how to deal with a long holiday