Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Anak durhaka? Salah siapa?

Gambar
Judul di atas apabila dibaca sekilas, mungkin kalian akan berfikir bahwa penulis tidak memiliki keberanian sepenuhnya menyalahkan anak kandung yang durhaka. Ya memang, itulah tujuan penulis untuk membahas melalui perspektif yang menyimpang dari komentator line today pada umumnya. Peristiwa yang tersebar di media akhir-akhir ini yang memberitakan dengan judul “Durhaka! Anak kandung menggugat ibunya sendiri 1,8 M” bikin menggelitik birahi nurani. Ya memang sih, judul harus dibuat semenarik mungkin. Tapi ini berita hlo, fakta-fakta lah yang harus kalian tulis, sedangkan judul yang ditera merupakan opini redaksi yang dapat menggiring pembaca untuk menyalahkan si anak. Beda denganku, boleh memberikan pendapat, malah harus memberikan pendapat! karena ini merupakan opini penulis belaka dengan sedikit data sekunder diambil dari dunia maya. Siti Rokhayah (tergugat) yang merupakan Ibu kandung dari Yani Suryani (penggugat), digugat 1,8 M karena terkait masalah hutang yang belum dibaya...

Beranda Musola

1,5 tahun yang lalu ketika aku masih menjalani kuliah di Jogja, kabar ini sempat membuat heboh di dusunku. Renovasi musola menjadi headline berita di dusunku hingga 14 hari lamanya hingga berbagai musyawarah yang pelik berakhir dan "renovasi" pun dimulai. Sebelumnya, berhembus kabar bahwa orang kita mengajukan proposal perenovasian musola. Bentuk dana yang akan diberi dibagi menjadi berapa tahap dan harus melalui beberapa persyaratan-persyaratan. Sebelum dana bisa dikucurkan syarat pertama adalah MEROBOHKAN MUSOLA RATA DENGAN TANAH-wtf. Aku yang mendengar seperti itu ya hanya bergumam dalam hati " iki ki piye toh sajake ki renovasi po mbangun anyar ". Tentu kenanganku terhadap musola lama hanya sebatas sudah berwujud bentuk. Akan tetapi emakku yang memang musola itu sudah dibangun semenjak emakku dan orang-orang yang sudah lahir dan mampu pada waktu itu, yang sudah bergotong-royong dalam mengumpulkan material-material bangunan dari sekitar lingkungan dusunku me...

pengen bisa nulis

pengen belajar nulis tapi yang lucu dan makjleb,  apa yang harus kulakukan? hmmmm di waktu-waktuku yang semakin sempit ini ditambah keseloan takterhingga akibat nggak ada duit dari external orang tua. keseringan menganggur membuatku nggak ngelakuin apa pun. ya mungkin ke sana kemari mondar-mandir tapi nggak ngehasilin apa pun. anggap aja itu nganggur namanya. kayak kitiran, muter terus cuman buat nandai kalau ada angin. mondar mandir cuma buat nandai kalau aku masih hidup. mayan laah bisa mondar mandir dari pada angkrem di tempat tidur plus tempat makan plus tempat nonton plus tempat ganti pakaian plus tempat ngibadah plus tempat berak alias kosan 3 kali 3 meter ini. pengangguran ini disebabkan karena tulisan yang ingin kupersembahkan kepada semesta sempat mampir di loker dosen, entah kapan blio nyempetin ngelirik dan ngeambil. hlawong waktu aku mau ngumpulin draft langsung ke bapaknya yang terhormat, belio bilang "taruh aja di loker  mas  antriannya banyak yang ...

Postingan populer dari blog ini

Anak durhaka? Salah siapa?

Jangan lakukan ini ketika kamu puasa (guys only)

how to deal with a long holiday