Postingan

Perbaiki atau Pinang yang Lain?

Sangat menjadi beban pikiran, ketika hal yang sudah lama kita miliki mengalami perubahan yang kita sama sekali tidak menyukainya. Ingin diperbaiki supaya kembali seperti semula atau mending cari yang lain. Jatuhnya tidak dari tempat yang tinggi sih, tapi sialnya screen guard yang harusnya melindungi lcd malah menjadi biang kerok rusaknya lcd haha. Jadi screen guard ini lebih menonjol dibanding soft case. Ketika jatuh telungkup, otomatis screen guard kena benda keras pertama kali. Sisi positifnya screen guard ini bener bener ampuh, tidak ada keretakan sama sekali. Sungguh tidak mujur ketika kuambil, black screen hampir menutup semua layar :| Beda dengan punya pasangan yang secara kebetulan juga punya hp tipe sama. Dia tidak memasang screen guard. Beberapa kali jatuh dan alhamdulillah masih rejeki aman aman saja. Karena pasanganku sudah pernah ganti lcd, dan tau harga service yang super lumayan menguras jatah bulanan, jadi pertimbangan mau dijual dengan keadaan seadanya, dijual dengan pa...

Ditantang? Teko Meneng lan Tumbas Pengilon Kulo

Urusan menantang siapa toh jagonya kalo bukan lambeeee nyinyir dan komentar netijen maha benar. makanya saya suka belajar menantang dari sini, tapi ya sulit apa daya bukan. Kalau menantang dalam orkes dangdut yang berakhir "Apa lu? Apa lu? Apa lu? Apa lu?" *10 jam hingga orkes selesai, tanpa gelut ini aku ahlinya. Bosan suasana damai aku, pengen melihat pertikaian dan kegaduhan. Pengen ya suatu saat menantang duel. Walau pun sedikit kacau penilaian akhir dari sebuah duel. Misalnya si A nantang duel terus kalah "Makanya jangan sok jago, nantang duel tapi kalah." Misalnya si A yang menang "Ya luwes dia menang, kan gua cinta damai." Khueek cuih. Susah kan jadi penantang tuh???. Udahlah Wo, gausah nantangin pakde Jokowi lu, hasil akhir tetap pekde Jokowi. Apalagi didampingi kyai. Annies menang? Ya iyalah, Ahok (dulu, sekarang BTP) cin(t)a damai. Tapi BTP harus epic comeback hlo ya. Apa aye bilang, susah kan jadi penantang. Bukan karena penantang lebih...

Jalani aja

Gambar
baru saja di usia belia, tetangga meninggal dunia. Sebagai orang yang saat mati tidak bisa ngubur sendiri, sudah menjadi prioritas gua untuk ikut tarub. memperhatikan cara gali lobang lahat. panjang, lebar dan dalam lobang gua amatin. istilah blandar, cagak gua pahamin bener-bener. biar besuk pas giliran gua jadi tukang gali kubur, udah nggak nanya-nanya lagi sama yang sepuh. dalam pengamatan itu, gua sadar bahwa jatah hidup seseorang itu belum mesti sampe tua. hla wong dia aja kelas 2sd sudah dipanggil sama yang maha kuasa. umur siapa sih yang menduga. usia seperempat abad gua ini banyak banget target-target yang ingin gua capai. target kawin misalnya dalam tahun ini. terus kalau dipikir-pikir, seandainya belum sampai waktunya kawin udah mati duluan, emang udah siap? bisa jawab gitu ketika gua ditanya sama malaikat kubur? emang gua siap ketika awewemu itu yang mati duluan? gua bakal ngedoain sampe kapan. setahun lagi juga mungkin gua udah lupa. pertimbangkan lagi ya sayang, c...

Postingan populer dari blog ini

Anak durhaka? Salah siapa?

Jangan lakukan ini ketika kamu puasa (guys only)

how to deal with a long holiday