Ditantang? Teko Meneng lan Tumbas Pengilon Kulo
Urusan menantang siapa toh jagonya kalo bukan lambeeee nyinyir dan komentar netijen maha benar. makanya saya suka belajar menantang dari sini, tapi ya sulit apa daya bukan. Kalau menantang dalam orkes dangdut yang berakhir "Apa lu? Apa lu? Apa lu? Apa lu?" *10 jam hingga orkes selesai, tanpa gelut ini aku ahlinya. Bosan suasana damai aku, pengen melihat pertikaian dan kegaduhan. Pengen ya suatu saat menantang duel. Walau pun sedikit kacau penilaian akhir dari sebuah duel. Misalnya si A nantang duel terus kalah "Makanya jangan sok jago, nantang duel tapi kalah." Misalnya si A yang menang "Ya luwes dia menang, kan gua cinta damai." Khueek cuih. Susah kan jadi penantang tuh???. Udahlah Wo, gausah nantangin pakde Jokowi lu, hasil akhir tetap pekde Jokowi. Apalagi didampingi kyai. Annies menang? Ya iyalah, Ahok (dulu, sekarang BTP) cin(t)a damai. Tapi BTP harus epic comeback hlo ya. Apa aye bilang, susah kan jadi penantang. Bukan karena penantang lebih...