Wahai pemilik ruhku Wahai pemilik jiwaku Wahai pemilik ragaku Wahai pemilik hidup dan matiku Wahai yang memimpin setiap langkahku Wahai yang memimpin setiap amalku Wahai yang memimpin setiap ibadahku Wahai yang memimpin setiap langkah kehidupanku Wahai yang membimbing imanku Engkau lah yang menyinari dan menerangi hatiku Engkau lah yang selalu menyinari jiwaku di setiap gelap malamMu Engkau lah yang menyejukkan mataku membuka setiap hakekat dari pandanganku Engkau lah yang selalu menolongku dari setiap beban di kehidupan fana ini Engkau jua lah yang menjadi tujuan akhir dari setiap perjuanganku Engkau lah cakrawala hidupku yang selalu kurindukan untuk bertemu Engkau lah pintu utama menuju keabadianku
Anak durhaka? Salah siapa?
Judul di atas apabila dibaca sekilas, mungkin kalian akan berfikir bahwa penulis tidak memiliki keberanian sepenuhnya menyalahkan anak kandung yang durhaka. Ya memang, itulah tujuan penulis untuk membahas melalui perspektif yang menyimpang dari komentator line today pada umumnya. Peristiwa yang tersebar di media akhir-akhir ini yang memberitakan dengan judul “Durhaka! Anak kandung menggugat ibunya sendiri 1,8 M” bikin menggelitik birahi nurani. Ya memang sih, judul harus dibuat semenarik mungkin. Tapi ini berita hlo, fakta-fakta lah yang harus kalian tulis, sedangkan judul yang ditera merupakan opini redaksi yang dapat menggiring pembaca untuk menyalahkan si anak. Beda denganku, boleh memberikan pendapat, malah harus memberikan pendapat! karena ini merupakan opini penulis belaka dengan sedikit data sekunder diambil dari dunia maya. Siti Rokhayah (tergugat) yang merupakan Ibu kandung dari Yani Suryani (penggugat), digugat 1,8 M karena terkait masalah hutang yang belum dibaya...